Mainan itu . . .

Saat tadi sore melewati Taman Makam Pahlawan Kalibata teringat dahulu saat saya kecil. Disana terdapat toko yang menjual mainan dari kayu dan triplek seperti bajaj, busway, bus, metro mini, kuda-kudaan dan lain-lain. Dulu saya ingin sekali memiliki mainan itu tapi tidak pernah berani meminta sama ibu. Hingga saat ini saya hanya bisa menikmatinya dengan melihatnya dari angkutan umum.
Dulu yang saya ingat toko mainan itu banyak, berjejer dan ramai. Sekarang? Apa yang terjadi dengan sekarang? Sekarang hanya tersisa dua pedagang. Persaingan mainan tradisional Indonesia dengan mainan modern saat ini membuat terpuruknya mainan kayu. Anak-anak sekarang lebih suka bermain Play station, games di komputer, mobil-mobilan terbuat dari plastik, dan semua permainan modern lainnya. Padahal mainan ini dijual mulai dari harga 35000 sampai 250000. Harga yang cukup murah dibandingkan sebuah play station. Mainan kayu boleh saja dilupakan tapi pesonanya ternyata tetap menggoda. Selain lebih tahan lama, mainan dari kayu punya keunikan yang tak tergantikan. Dan cintailah produk Indonesia, kalau bukan kita siapa lagi???
